PEDULI SOSIAL REMAJA (PSR)
Apa siih PSR?? ... pasti kalian yang membaca masih bingung yaa ,,, nah ,,, skarang nad mau kasih tahuu niiih ,, ya walaupun panjang siiih ,,, gpp ,, biar jelas ,,, hehehhehee ,,,,
"PEMBENTUKAN KEGIARAN PSR (PEDULI SOSIAL REMAJA)"
PENDAHULUAN
Remaja adalah salah satu tahap masa keemasan yang dimiliki oleh seorang manusia. Masa ini adalah suatu fase yang cukup penting yang akan menentukan masa depan seseorang, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara. Banyak perubahan besar terjadi di dunia ini karena kiprah pemuda. Revolusi perjuangan kemerdekaan di banyak negara banyak digerakkan oleh kaum muda. Yang paling dahsyat adalah Revolusi perkembangan Islam oleh Muhammad SAW, yang diakui oleh para ahli sejarah, diikuti oleh 80 % kaum muda. Ir. Soekarno, Presiden RI pertama bahkan pernah mengatakan, “Berikan kepadaku 10 orang pemuda, maka akan ku rubah dunia.”
Sangat tepat kiranya bila banyak pihak yang sangat berkepentingan terhadap generasi muda ini. Sayangnya generasi muda dewasa ini, khususnya di Indonesia masih banyak yang menganggap bahwa masa muda adalah masa yang indah, masa coba-coba, masa bermain-main, seperti slogan yang sedang mewabah : masa muda foya-foya, masa tua kaya raya, mati masuk surga. Hal ini menyebabkan para generasi muda ini menjadi generasi hura-hura, bergantung pada kekayaan orang tua, tidak peduli pada lingkungan, bahkan merugikan lingkungan. Tidak ada dalam pikirannya, bagaimana saya bisa hidup mandiri, menjadi manusia unggul, peduli pada lingkungan, dan berkarya memberikan sesuatu pada masyarakat. Maka dari itu perlu dibangun kembali sikap peduli pada generasi muda ini, agar bisa memberi warna yang membekas untuk menjadi karya nyata pada tahap usia yang lebih lanjut. Tentunya tanpa mengesampingkan keinginan generasi muda untuk berekspresi dan mengaktualisasikan diri.
Pada akhirnya diperlukan upaya serius dan sungguh-sungguh secara sistematis untuk membangkitkan kembali semangat hidup kaum muda yang mandiri, unggul, peduli, dan berkarya positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami sebagai siswa/i perwakilan dari sekolah yang telah mengikuti pelatihan “Peduli Sosial remaja“ yang diselenggarakan oleh BAZNAS Dompet Dhuafa, merasa harus melakukan sesuatu untuk membangun kembali kualitas generasi muda ini. Adapun tujuannya adalah agar timbul keyakinan di masyarakat bahwa generasi muda sangat bermanfaat dan tidak hanya bisa berhura-hura. Melalui berbagai pengalaman, pelatihan dan materi-materi bermanfaat tentang kondisi bangsa dan bagaimana menjadi orang yang memiliki kecerdasan sosial selama pelatihan berlangsung, kami tergerak untuk mendirikan ekskul PSR di sekolah. Kami berharap semoga apa yang kami lakukan dengan kerjasama dari berbagai pihak, dapat menjadi sumbangsih dalam rangka membangun masyarakat yang lebih baik.
1. Launching dan Pelatihan Peduli Sosial Remaja 27 – 29 April 2007
2. Peresmian Pembentukan Ekskul PSR oleh Bapak Menegpora “Adyaksa Dault”
3. Rapat Koordinasi PSR Pusat 12 Mei 2007
- Membentuk generasi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan
- Menumbuhkan kecerdasan sosial
- Memberikan motivasi kepada remaja untuk berkarya dan berkontribusi positif terhadap masyarakat
- Menjadi wadah pembelajaran berorganisasi dan kemandirian
- Memupuk kreativitas dan meningkatkan prestasi dalam aktivitas individu dan sosial
Kegiatan ini bernama “PEDULI SOSIAL REMAJA”, dengan motto 3B
"Be Smart, Be Caring, Be Active “
Be Smart :
Ø Aktif dalam belajar
Ø Kreatif dalam berkarya
Ø Produktif dalam berinovasi
Ø Komunikatif dalam berinteraksi
Be Caring :
Ø Peka terhadap permasalahan
Ø Tanggap dalam berinisiasi
Ø Cakap dalam bertindak
Be Active :
Ø Cepat dalam bergerak
Ø Tepat dalam berbuat
Ø Manfaat terhadap umat
Ø Dekat terhadap masyarakat
Materi – materi diberikan secara bertahap meliputi :
Pelatihan Dasar, meliputi materi :
à Pada saat pelatihan Puncak PSR
1. Achievement Motivation
2. Kepemimpinan
3. Manajemen Organisasi
4. Kreativitas
5. Tehnik Efektif Fundraising
6. Pengelolaan keuangan sederhana
7. Model Program Pendayagunaan
Pelatihan Lanjutan
Ø Magang di BDD dan je jaring
Ø Membuat Proyek Sosial
Ø Tanggap Bencana
Setelah pelatihan lanjutan, diadakan proses monitoring dan evaluasi di setiap sekolah oleh tim supervisi PSR. Kemudian diadakan pelatihan PSR Pusat untuk memperluas jaringan PSR di wilayah lainnya dan juga sebagai sarana untuk kaderisasi PSR di masing-masing sekolah secara berkelanjutan.
BENTUK KEGIATAN
Program Unggulan yang direncakan akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
- One Man one Thousand
PSR mengajak teman-teman sekolah untuk menyisihkan sebagian dari uang jajan mereka sebanyak Rp 1.000,- secara rutin setiap minggunya. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu teman-teman (atau karyawan sekolah) di dalam sekolah maupun masyarakat di sekitar lingkungan sekolah yang membutuhkan bantuan. Adapun bantuan yang bisa diberikan adalah dapat berupa santunan biaya sekolah, pengobatan rumah sakit, modal kerja dan lain sebagainya. Persyaratan teman-teman yang berhak memperoleh bantuan diatur dalam SOP (Standart Operation Prosedure) PSR.
- BATMANSU (sahaBAT dan teMAN aSUh)
Dana yang terkumpul (dari program “One Man One Thousand“) akan digunakan untuk membantu teman-teman sekolah yang bersangkutan atau adik-adik SD/SMP di sekitar sekolah yang membutuhkan bantuan dalam membiayai iuran sekolah.
- Aksi PSR peduli karyawan sekolah
PSR mengajak teman-teman sekolah untuk peduli terhadap karyawan sekolah (satpam, supir Bis sekolah, karyawan kantin, cleaning servis, dan lainnya) dengan memberikan bingkisan / paket bantuan pada waktu-waktu tertentu (hari kemerdekaan, hari kesetiakawanan sosial, dan lainnya).
- Aksi PSR peduli Anak Jalanan
Anggota PSR mengunjungi pengamen / anak jalanan yang berada di sekitar sekolah. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah mengajarkan mereka baca & tulis, bernyanyi & bermain bersama, membantu meringankan biaya sekolah dan memberikan pembinaan. Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga masih bisa peduli dan berbagi dengan kehidupan mereka serta dapat menjadi teman baik mereka.
- Tebar pin peduli
Menjual PIN PSR kepada teman-teman sekolah. Sebagian dari hasil penjualan tersebut disalurkan kepada teman-teman sekolah yang membutuhkan bantuan.
- Relawan Pelajar
Anggota PSR menjadi garda terdepan menjadi relawan pelajar apabila terjadi bencana / kecelakaan. Seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, dan lain sebagainya.
- Buka Puasa dan Sahur On The Road bersama anak-anak Jalanan
Mengadakan acara sharing, buka puasa & sahur bersama anak-anak/pengamen jalanan. Hal ini bertujuan untuk untuk berempati kepada teman-teman yang kurang beruntung, sehingga dengan mendengarkan dan berbagi cerita dari mereka, pelajar dapat merasakan kehidupan mereka dan tidak memusuhi mereka.
Program-program di atas adalah program unggulan yang akan kami lakukan. Program PSR akan lebih banyak lagi setelah kami melakukan perekrutan anggota baru PSR pada awal tahun pelajaran dimulai.
KRITERIA KEBERHASILAN
Program dinilai berhasil, jika :
1. Jumlah siswa yang menjadi anggota PSR minimal 100 orang
2. Para anggota mengikuti 80 % dari kegiatan yang dilakukan
3. Berhasil membantu minimal 10 siswa/orang terdekat di lingkungannya dalam 1 tahun praktek lapangan
STRUKTUR ORGANISASI
.jpg)
I. PENDAHULUAN
Sangat tepat kiranya bila banyak pihak yang sangat berkepentingan terhadap generasi muda ini. Sayangnya generasi muda dewasa ini, khususnya di Indonesia masih banyak yang menganggap bahwa masa muda adalah masa yang indah, masa coba-coba, masa bermain-main, seperti slogan yang sedang mewabah : masa muda foya-foya, masa tua kaya raya, mati masuk surga. Hal ini menyebabkan para generasi muda ini menjadi generasi hura-hura, bergantung pada kekayaan orang tua, tidak peduli pada lingkungan, bahkan merugikan lingkungan. Tidak ada dalam pikirannya, bagaimana saya bisa hidup mandiri, menjadi manusia unggul, peduli pada lingkungan, dan berkarya memberikan sesuatu pada masyarakat. Maka dari itu perlu dibangun kembali sikap peduli pada generasi muda ini, agar bisa memberi warna yang membekas untuk menjadi karya nyata pada tahap usia yang lebih lanjut. Tentunya tanpa mengesampingkan keinginan generasi muda untuk berekspresi dan mengaktualisasikan diri.
Pada akhirnya diperlukan upaya serius dan sungguh-sungguh secara sistematis untuk membangkitkan kembali semangat hidup kaum muda yang mandiri, unggul, peduli, dan berkarya positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami sebagai siswa/i perwakilan dari sekolah yang telah mengikuti pelatihan “Peduli Sosial remaja“ yang diselenggarakan oleh BAZNAS Dompet Dhuafa, merasa harus melakukan sesuatu untuk membangun kembali kualitas generasi muda ini. Adapun tujuannya adalah agar timbul keyakinan di masyarakat bahwa generasi muda sangat bermanfaat dan tidak hanya bisa berhura-hura. Melalui berbagai pengalaman, pelatihan dan materi-materi bermanfaat tentang kondisi bangsa dan bagaimana menjadi orang yang memiliki kecerdasan sosial selama pelatihan berlangsung, kami tergerak untuk mendirikan ekskul PSR di sekolah. Kami berharap semoga apa yang kami lakukan dengan kerjasama dari berbagai pihak, dapat menjadi sumbangsih dalam rangka membangun masyarakat yang lebih baik.
II. DASAR PEMIKIRAN
2. Peresmian Pembentukan Ekskul PSR oleh Bapak Menegpora “Adyaksa Dault”
3. Rapat Koordinasi PSR Pusat 12 Mei 2007
III. TUJUAN
2. Menumbuhkan kecerdasan sosial
3. Memberikan motivasi kepada remaja untuk berkarya dan berkontribusi positif terhadap masyarakat
4. Menjadi wadah pembelajaran berorganisasi dan kemandirian
5. Memupuk kreativitas dan meningkatkan prestasi dalam aktivitas individu dan sosial
V. NAMA DAN MOTTO KEGIATAN
"Be Smart, Be Caring, Be Active “
Aktif dalam belajar
Kreatif dalam berkarya
Produktif dalam berinovasi
Komunikatif dalam berinteraksi
Be Caring :
Peka terhadap permasalahan
Tanggap dalam berinisiasi
Cakap dalam bertindak
Be Active :
Cepat dalam bergerak
Tepat dalam berbuat
Manfaat terhadap umat
Dekat terhadap masyarakat
VI. MATERI PELATIHAN
Materi – materi diberikan secara bertahap meliputi :
Pelatihan Dasar, meliputi materi :
1. Achievement Motivation
2. Kepemimpinan
3. Manajemen Organisasi
4. Kreativitas
5. Tehnik Efektif Fundraising
6. Pengelolaan keuangan sederhana
7. Model Program Pendayagunaan
Pelatihan Lanjutan
1. Magang di BDD dan je jaring
2. Membuat Proyek Sosial
3. Tanggap Bencana
Setelah pelatihan lanjutan, diadakan proses monitoring dan evaluasi di setiap sekolah oleh tim supervisi PSR. Kemudian diadakan pelatihan PSR Pusat untuk memperluas jaringan PSR di wilayah lainnya dan juga sebagai sarana untuk kaderisasi PSR di masing-masing sekolah secara berkelanjutan.
VII. BENTUK KEGIATAN
1. One Man one Thousand
PSR mengajak teman-teman sekolah untuk menyisihkan sebagian dari uang jajan mereka sebanyak Rp 1.000,- secara rutin setiap minggunya. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu teman-teman (atau karyawan sekolah) di dalam sekolah maupun masyarakat di sekitar lingkungan sekolah yang membutuhkan bantuan. Adapun bantuan yang bisa diberikan adalah dapat berupa santunan biaya sekolah, pengobatan rumah sakit, modal kerja dan lain sebagainya. Persyaratan teman-teman yang berhak memperoleh bantuan diatur dalam SOP (Standart Operation Prosedure) PSR.
2. BATMANSU (sahaBAT dan teMAN aSUh)
Dana yang terkumpul (dari program “One Man One Thousand“) akan digunakan untuk membantu teman-teman sekolah yang bersangkutan atau adik-adik SD/SMP di sekitar sekolah yang membutuhkan bantuan dalam membiayai iuran sekolah.
3. Aksi PSR peduli karyawan sekolah
PSR mengajak teman-teman sekolah untuk peduli terhadap karyawan sekolah (satpam, supir Bis sekolah, karyawan kantin, cleaning servis, dan lainnya) dengan memberikan bingkisan / paket bantuan pada waktu-waktu tertentu (hari kemerdekaan, hari kesetiakawanan sosial, dan lainnya).
4. Aksi PSR peduli Anak Jalanan
Anggota PSR mengunjungi pengamen / anak jalanan yang berada di sekitar sekolah. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah mengajarkan mereka baca & tulis, bernyanyi & bermain bersama, membantu meringankan biaya sekolah dan memberikan pembinaan. Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga masih bisa peduli dan berbagi dengan kehidupan mereka serta dapat menjadi teman baik mereka.
5. Tebar pin peduli
Menjual PIN PSR kepada teman-teman sekolah. Sebagian dari hasil penjualan tersebut disalurkan kepada teman-teman sekolah yang membutuhkan bantuan.
6. Relawan Pelajar
Anggota PSR menjadi garda terdepan menjadi relawan pelajar apabila terjadi bencana / kecelakaan. Seperti banjir, kebakaran, tanah longsor, dan lain sebagainya.
7. Buka Puasa dan Sahur On The Road bersama anak-anak Jalanan
Mengadakan acara sharing, buka puasa & sahur bersama anak-anak/pengamen jalanan. Hal ini bertujuan untuk untuk berempati kepada teman-teman yang kurang beruntung, sehingga dengan mendengarkan dan berbagi cerita dari mereka, pelajar dapat merasakan kehidupan mereka dan tidak memusuhi mereka.
Program-program di atas adalah program unggulan yang akan kami lakukan. Program PSR akan lebih banyak lagi setelah kami melakukan perekrutan anggota baru PSR pada awal tahun pelajaran dimulai.
VIII. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
hari :Sabtu (09.00-12.00) / (13.00-16.00)
tempat :Lapangan, ruang kelas SMUN yang bersangkutan, basecamp pengamen/ anak jalanan, pasar, terminal di sekitar sekolah.
IX. KRITERIA KEBERHASILAN
Program dinilai berhasil, jika :
1. Jumlah siswa yang menjadi anggota PSR minimal 100 orang
2. Para anggota mengikuti 80 % dari kegiatan yang dilakukan
3. Berhasil membantu minimal 10 siswa/orang terdekat di lingkungannya dalam 1 tahun praktek lapangan
.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)

